smile for everyone

smile for everyone

Jumat, 24 Juni 2011

ini saya Dhila

selamat malam, untuk bintang-bintang yang masih setia menerangi malam.selamat malam Tuhan,mungkin terlalu angkuh jika saya mengatakan jenuh berada di persinggahan ini. Tapi ini sungguh,jika saja di suruh memilih mungkin saya lebih memilih tidak berada di sini sama sekali atau memilih terlahir kembali,menjadi orang yang berbeda dari sekarang. Saya mencoba berjalan dengan keadaan yang sudah sangat rapuh,tertatih dan tetap berusaha,bukan karna saya sok tegar. Tapi untuk membuktikan kepada mereka,bahwa saya bisa mencapai akhir. Tak peduli akhir nanti saya masih di persinggahan ini,atau jatuh dengan senyum kemenangan saya.

Sabtu, 18 Juni 2011

Semua Tentang Kita

"waktu terasa semakin kelabu
tinggalkan cerita tentang kita
akan tiada lagi kini tawamu
tuk hapuskan semua sepi di hati
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
 ada cerita tentang aku dan dia
dan kita bersama saat dulu kala
ada cerita tentang masa yang indah
saat kita berduka, saat kita tertawa
teringat di saat kita tertawa bersama
ceritakan semua tentang kita"

saya rasa semua orang juga tau lirik lagu diatas, lagu yang di populerkan Peterpan ini berhasil membuat saya meneteskan air mata :( yaahh.. entah kenapa lagu ini membuat saya flasback dengan kehidupan saya enam tahun silam. masih hangat dalam ingatan, hari-hari berada diantara mereka, VCE ~ keluarga besar kedua saya. saya RINDU VCE :( dan ini betul" membuat saya sesak. enam tahun bukan waktu yang sebentar bagi saya bisa melupakan hari" bersama mereka. SAYA RINDU. SAYA SESAK. DAN ITU SAKIT :(

Kamis, 16 Juni 2011

Menunggu itu Capek

senin, 13 Juni 2011. 06.46 saya bergegas menuju mobil Avanza Silver sambil sesekali melirik ke layar ponsel untuk memastikan pukul berapa saat itu. Saya menuju tempat pertama yang ingin saya kunjungi saat itu, kampus. 07.26 biasa saya sudah hampir tiba jika sudah jam segitu, jalanan betul-betul macet pagi itu, saya menggerutu dalam hati berharap tiba di kampus sebelum jam 8. semalam kami sepakati ingin bertemu di kampus jam 8, sudah hampir jam 8 saya belum juga mendekati tempat tujuan saya dan dia belum replay satu pun message yang saya kirimkan :( 07.48 saya duduk sendiri di halte depan fakultas, menunggunya sambil terus mengiriminya message. sebanyak apapun saya kirim sebanyak itu pun dia tidak replay. saya mulai gusar menunggu sendiri, nafas saya mulai tidak beraturan, mungkin itu efek dari kesal sendiri. 08.23 lagi-lagi saya melirik layar ponsel saya dan berharap ada tulisan "1 message". saya tetap menunggu walau waktu yang kami sepakati telah lewat. 30 menit lebih saya duduk di halte sendiri. akhirnya dia yang dari tadi saya tunggu datang dengan senyum bersalah diwajahnya. saya ingin menumpahkan besar rasa kesal saya, tapi semua jadi sulit ketika senyumnya merekah. senyum tulus yang seolah mengatakan "maafka saya sudah membuat mu menunggu lama". kesal yang saya rasa kala itu melebur dengan senyum yang indah dari bibirnya..

Minggu, 12 Juni 2011

Our Sweetest Place

selamaat malam.. Saya singgah hanya mau cerita sedikit apa yang saya alami kemarin. Jadi ceritanya begini, kemarin saya keluar rumah dengan persiapan nginap sampai hari minggu, rencananya saya mau menghabiskan malam minggu saya dengan Prodigy di Tanjung Bayang. But all plan is failed :( saya mengurungkan niat itu karna tau jika yang meramaikan acara Prodigy bukan hanya anggota Prodigy itu sendiri,tapi ada banyak yang akan ikut meramaikan termasuk para super senior, hhhhmm.. Saya jadi malas join kalau seperti itu. Jadilah saya dan sweet heart saya (baca:Adnan) memutuskan untuk keluar dari area kampus. Sebelumnya kami berdua juga pusing mau kemana. Motor Shogun RR merah membawa kami ke tempat makan yang sering kami berdua datangi, tapi yang ada dan memang faktanya kami berdua masih kenyang. Dengan percaya diri kami menginggalkan tempat itu :D kami masih berfikir keras kemana tujuan kami selanjutnya, lama kami keliling disebuah perumahan sampai akhirnya kami kakk Adnan memutuskan berhenti di depan sebuah mesjid tujuannya untuk berfikir akan kemana selanjutnya. Finally, saya memutuskan untuk ikut kemana kakk Adnan akan pergi. Hhhhhmm. So he bring me to some place :) kami menghabiskan waktu di tempat itu sampai akhirnya ada panggilan jika saya harus pulang ke rumah :D

Jumat, 10 Juni 2011

Hati saya tergerak

Nenek mengajak saya ke pengajian yang selalu beliau ikuti, sehabis shalat ashar kami pun beranjak pergi ketempat pengajian tersebut. Ini bukan kali pertama nenek mengajak saya pergi pengajian, tapi ini pertama kalinya saya pergi tanpa paksaan dari beliau. Entah apa yang membuat saya dengan santai mengiyakan ajakan beliau, padahal sebelum-sebelumnya saya selalu menemani beliau dengan keadaan terpaksa, terpaksa karna tak tega melihat beliau pergi seorang diri. Sampai ditempat yang kami tuju, dengan tenang saya mendengar tauziah yang dibawakan ustazah, saya sendiri heran karna sebelumnya jika ada pengajian yang saya ikuti, saya hanya selalu fokus dengan hp yang ada ditangan tanpa sedikit pun mendengar tauziah yang dibawakan. Saya begitu mendengar tauziah dengan cermat seolah tidak ingin ketinggalan satu kata dari ustazha yang membawakan. Tanpa sadar saya meneteskan air mata, saya sendiri tidak tahu kenapa. Mungkin hati saya tergerak, menyadari apa yang selama ini telah saya lakukan. Ini nyata, saya menangis mendengar tauziah itu.

Kamis, 09 Juni 2011

M . A . Kasogi S


Selalu saja ada hal yang membuat saya betah pandangi photo ini. Entah apa, tapi mungkin tahi lalat yang ada dibawa mata orang ini *emang kliatann ?? :D entahh lahh, ada rasa yang membuat hati saya tenang.sumpaaahh.. Muhammad Adnan Kasogi, orang yang selalu saya maksud dalam sosok DIA disetiap tulisan saya. Dia mampu menghadirkan hal yang indah dalam setiap waktu yang saya lewati, seakan tidak ingin membiarkan waktu berlalu dengan begitu saja. Nice honey, thanks for everything that u gave to me. I'm sorry for all mistakes that i've done. I love u soo much :*

Prodigy

Saya berada diantara mereka, kawan yang hampir setahun menemani hari-hari saya di Kampus Merah ini. Awalnya mereka begitu terasa asing dalam kehidupan saya, tapi lambat laun saya mulai bisa berbaur dengan mereka. Bukan hal yang mudah untuk bisa menggantikan posisi VCE yang telah menemani hari-hari saya selama enam tahun terakhir. Prodigy, mereka datang membawa warna baru untuk kehidupan saya kedepan. Saya tahu jika masing-masing mereka belum sepenuhnya memakai topeng yang asli, masih banyak kepura-puraan yang mereka sembunyikan bahkan mereka simpan rapat-rapat. Sayangnya saya datang tanpa memalsukan satu hal pun, semua saya nampakkan dengan harapan mereka bisa menerima saya apa adanya bukan karna ada apa-apanya. Yaahh sudahlah, toh saya tetap berada diantara mereka, tetap bersama mereka melewati hari di Kampus Merah ini dan entah samapai kapan. Karna mereka juga telah menjadi bagian dari hidup saya :)

Asal.asalan

Selamat malam,, saya cuman mau berbagi sedikt cerita yang saya alami malam ini. Well, tadi saya disuruh masak sama nenek tercinta, pergilah saya ke dapur membuka lemari es dan mulai mencari bahan apa yang akan saya masak *jadikan eksperimen tepatnya :D saya mengambil berbagai macam daun"an, kalau kata orang siihh sayur :o saya mulai menjalankan apa yang diamanahkan nenek saya. Kurang dari 20 menit semua sudah selesai dan terhidang dengan cantik di atas meja makan. Dengan percaya diri saya memanggil nenek dan kakek untuk makan. Dari raut wajah mereka saya melihat kebanggan yang luar biasa *hahahahh.lebaaaay cuuuy :D karna cucunya paling cantik ini *emangg iaaa ?? sudah bisa membuat sayur. Tidak lama kemudian nenek saya teriak memanggil saya. Yang ada dalam benak saya mereka mau bilang kalau apa yang saya masak itu enakk. Tapi ternyata semua tidak sama dengan yang saya bayangkan. Nenek saya bilang,"rasa kuahnya ini sayur sudah pas. tapi yang jadi masalah itu sayurnya, belum terlalu masak. Kenapa ada daun muda yang dikasi masuk . . . .dan blaaablaaablaaaa :( sekian dan trimakasih pengalaman saya memasak sayur. Buat yang berminat di buatkan, call saya saja :D

Rabu, 08 Juni 2011

Selamat Pagi

Selamat pagi.. Selamat pagi ayah.. Selamat pagi ibuku sayang.. Selamat pagi sayaaang qu.. Selamat hari kamis.. Selamat pagi.. Selamat kuliah buat yang kuliah.. Selamat pagi.. Selamat bermalas-malasan buat yang dirumah.. Selamat pagi.. Selamat menghadapi hari yang baru.. Selamat pagi.. Selamat memeluk mimpi yang didepan mata.. Selamat pagi.. Selamat berbuat baik dari hari kemarin.. Selamat pagi.. Selamat menggunakan kesempatan yang ada hari ini.. Selamat pagi.. Selamat bersyukur.. Selamat pagi.. Selamat tersenyum buat orang disekeliling.. Selamat pagi.. Selamat hari sibuk buat yang punya banyak kerjaan.. Selamat pagi.. Selamat beraktivitas.. Selamat pagi.. Selamat berbagi cinta dan sayang..

My Sweets Nafa

Namanya Saffanah Qhanita, tanggal 19 juni nanti dia genap berusia 3 tahun. Hhhhhmm.. Nafa kecil yang supel, cerewet, pelit, banyak maunya, gayanya selangit :D ampun saya punya spupu kecil sperti dia. Paling senang kalo tau besok adalah jadwal dia sekolah *maklum play group.skolahnya 3x seminggu* Play Group Melati, nama sekolah yang slalu dia banggakan. Satu hal yang buat saya heran dengan spupu kecil saya ini, entah dapat inspirasi dari mana dia begitu mengidolakan Syahrini. Dia slalu ingin tampak seperti Syahrini *gubraaaakk* sepertinya apa yang dialami Nafa berawal dari infotainment yang slalu ditonton mamanya. Bisa kacau kalau ada Nafa-Nafa yang lain. Yang mengidolakan selebriti yang tidak sepantasnya jadi idola. Hhhhmm.. Naudzubillah Nb :hindari nonton infotainment jika ada anak dibawah umur di dekat anda :)

Curhat.curhaT

Lagi-lagi saat di pembaringan, saya membayangkan ketika tanggal 16 datang. Delapan hari terhitung dari hari ini. Membayangkan harus berpisah jarak jauh dalam waktu yang lumayan lama dengannya :( huhhh..sepertinya saya harus siap untuk menahan rindu *ini bukan lebay* dengannya. Kurang lebih 2 bulan bukan waktu yang sebentar. Sebenarnya ada banyak kecemasan dalam benak saya. Tapi sudahhlahh.. Saya harus siap jika waktu itu datang :(

SALAH

Tanggal 10 oktober menjadi hari yang tidak akan pernah saya lupakan. Berada didekatnya selalu membuat saya merasa nyaman dan tenang. Mungkin ini efek dari tiga pertemuan pertama dengannya. Malam itu saya melewati malam panjang bersamanya, duduk ditepian pantai menghirup angin malam yang sesekali menggoda kami berdua. Semua terasa begitu berbeda menikmati angin malam makassar bersamanya. Sesekali kami tertawa mendengar cerita-cerita yang saya dan dia ceritakan, tapi tak jarang pula kami saling canggung ketika membahas apa yang seharusnya tidak kami bahasakan. Lama saya sempat terdiam memikirkan bahwa sebenarnya apa yang saya lakukan ini salah. Sejenak saya mengutuk diri karna telah menjadi orang paling licik buat dia. Saya mengambil kesempatan dalam hubungan yg harusnya masih bisa berjalan. Tapi saya juga tidak bisa membohongi diri saya bahwa selalu ingin berada di sampingnya dan merasa nyaman ketika menghirup aroma tubuhnya. Tanpa canggung saya meminta ijin agar saya dapat menyandarkan kepala saya dibahunya. Aaahh..bodohnya,kenapa harus meminta ijin untuk hal seperti itu ??saya jadi malu sendiri. Betul-betul nyaman bisa berada didekatnya, menghabiskan sepertiga malam, menikmati hembusan angin, dan berharap saling mencintai

Selasa, 07 Juni 2011

DIA

Semua berawal ketika BSS (Basic Study Skill) salah satu kegiatan tahunan kampus Merah ini. Di ruangan, saya melihatnya dengan almamater merah yg dia kenakan. Dia terlihat begitu tenang mendengarkan penjelasan dari temannya di depan ruangan. Sesekali saya meliriknya, berharap apa yang saya lakukan diperhatikannya, tapi sayangnya dia terlihat begitu serius tanpa pernah mengalihkan pandangannya. Saya berusaha mencari cara untuk menarik perhatiannya, akhirnya waktu sesi tanya jawab pun tiba. Dengan yakin tanpa ragu saya mengacungkan tangan, tujuannya untuk bertanya, tapi tujuan sebenarnya agar dia berbalik arah pandangan ke arah saya. Saya tidak tahu apakah cara yang saya lakukan itu berhasil atau tidak. Tidak habis akal saya untuk bisa mengetahuinya lebih jauh. Diam-diam saya mencuri gambarnya -memotretnya- tidak hanya satu dua gambar yang saya ambil, tapi lebih dari itu. Berharap masih bisa terus melihatnya dalam ruangan tersebut, akhirnya dia beranjak dari tempat dia duduk yaitu beberapa kursi di sebelah kanan saya. Itulah awal saya melihatnya. Jauh hari setelah BSS.. Saya lari menuju pelataran baruga, disana akan diadakan tes untuk mahasiswa baru yang ingin mengambil ekskul english debating, ekskul yang akan saya masuki. Sayangnya waktu itu saya hanya terlambat kurang dari 5 menit, saya bingung untuk mengambil apa selain ekskul itu karna semua bukan dunia saya. Akhirnya teman saya mengajak saya untuk ikut dalam ekskul silat, kegiatan yang betul-betul bukan dunia saya. Sesekali saya menggerutu sendiri menyesali keterlambatan saya. Tiba-tiba saya melihatnya berjalan di depan dan berharap akan duduk di samping saya. Apa yang menjadi khayalan saya beberapa detik yang lalu menjadi kenyataan. Dengan santainya dia mengambil posisi duduk didekat saya. Saat itu perasaan saya tidak karuan, entah berapa detakan per menit jantung saya kala itu, tangan saya basah mungkin karna grogi. Tiba-tiba dia bertanya pada saya "kenapa ?kayak.y dri tdi marah" sndiri ??" spontan saya menjawab "hhhmm.sa telat ikut tes.y english debating.dan parah.y sa harus msuk ekskul silat yg bkn dunia saya" jawab saya dengan grogi. "ikut sja.smua itu butuh proses.Selamat Berpsoses" ucapnya sambil beranjak pergi dari samping saya. Pertemuan kedua ini saya belum sempat bertanya siapa namanya. Hari setelah pertemuan kedua.. Sore itu saya ingin cepat pulang, saya mencari berbagai alasan yang pantas untuk izin dengan senior. Akhirnya saya diperbolehkan pulang, ketika saya akan beranjak, saya melihatnya berjalan mendekati tempat saya berdiri. Waktu itu saya mendapat tugas dari senior untuk mengumpulkan tanda tangan senior-senior lainnya. Tanpa berpikir panjang saya langsung menyodorkannya buku tulis yang sudah saya bungkus warna hijau. Dia menyambutnya dengan senyum. "makasih kak" kata saya sambil mengambil buku dari tangannya. "iyaa sama-sama" ucap dia dengan ramah. Ini pertemuan ke tiga, saya sudah tidak sabar ingin melihat apa yang dia tulis dibuku hijau saya. Muhammad Adnan Kasogi. Akhirnya saya tahu namanya :)