smile for everyone

smile for everyone

Selasa, 07 Juni 2011

DIA

Semua berawal ketika BSS (Basic Study Skill) salah satu kegiatan tahunan kampus Merah ini. Di ruangan, saya melihatnya dengan almamater merah yg dia kenakan. Dia terlihat begitu tenang mendengarkan penjelasan dari temannya di depan ruangan. Sesekali saya meliriknya, berharap apa yang saya lakukan diperhatikannya, tapi sayangnya dia terlihat begitu serius tanpa pernah mengalihkan pandangannya. Saya berusaha mencari cara untuk menarik perhatiannya, akhirnya waktu sesi tanya jawab pun tiba. Dengan yakin tanpa ragu saya mengacungkan tangan, tujuannya untuk bertanya, tapi tujuan sebenarnya agar dia berbalik arah pandangan ke arah saya. Saya tidak tahu apakah cara yang saya lakukan itu berhasil atau tidak. Tidak habis akal saya untuk bisa mengetahuinya lebih jauh. Diam-diam saya mencuri gambarnya -memotretnya- tidak hanya satu dua gambar yang saya ambil, tapi lebih dari itu. Berharap masih bisa terus melihatnya dalam ruangan tersebut, akhirnya dia beranjak dari tempat dia duduk yaitu beberapa kursi di sebelah kanan saya. Itulah awal saya melihatnya. Jauh hari setelah BSS.. Saya lari menuju pelataran baruga, disana akan diadakan tes untuk mahasiswa baru yang ingin mengambil ekskul english debating, ekskul yang akan saya masuki. Sayangnya waktu itu saya hanya terlambat kurang dari 5 menit, saya bingung untuk mengambil apa selain ekskul itu karna semua bukan dunia saya. Akhirnya teman saya mengajak saya untuk ikut dalam ekskul silat, kegiatan yang betul-betul bukan dunia saya. Sesekali saya menggerutu sendiri menyesali keterlambatan saya. Tiba-tiba saya melihatnya berjalan di depan dan berharap akan duduk di samping saya. Apa yang menjadi khayalan saya beberapa detik yang lalu menjadi kenyataan. Dengan santainya dia mengambil posisi duduk didekat saya. Saat itu perasaan saya tidak karuan, entah berapa detakan per menit jantung saya kala itu, tangan saya basah mungkin karna grogi. Tiba-tiba dia bertanya pada saya "kenapa ?kayak.y dri tdi marah" sndiri ??" spontan saya menjawab "hhhmm.sa telat ikut tes.y english debating.dan parah.y sa harus msuk ekskul silat yg bkn dunia saya" jawab saya dengan grogi. "ikut sja.smua itu butuh proses.Selamat Berpsoses" ucapnya sambil beranjak pergi dari samping saya. Pertemuan kedua ini saya belum sempat bertanya siapa namanya. Hari setelah pertemuan kedua.. Sore itu saya ingin cepat pulang, saya mencari berbagai alasan yang pantas untuk izin dengan senior. Akhirnya saya diperbolehkan pulang, ketika saya akan beranjak, saya melihatnya berjalan mendekati tempat saya berdiri. Waktu itu saya mendapat tugas dari senior untuk mengumpulkan tanda tangan senior-senior lainnya. Tanpa berpikir panjang saya langsung menyodorkannya buku tulis yang sudah saya bungkus warna hijau. Dia menyambutnya dengan senyum. "makasih kak" kata saya sambil mengambil buku dari tangannya. "iyaa sama-sama" ucap dia dengan ramah. Ini pertemuan ke tiga, saya sudah tidak sabar ingin melihat apa yang dia tulis dibuku hijau saya. Muhammad Adnan Kasogi. Akhirnya saya tahu namanya :)

2 komentar: